Thursday, 13 August 2015

Income Bisnis E-Commerce

Income Bisnis E-Commerce
(http://www.speedcash.co.id/124410)
   Bisnis layanan yang memudahkan Anda bertransaksi online dalam bisnis e-commerce, pengiriman uang dan pembayaran tagihan (utility bill). Kerjasama yang kami bangun dengan 137 bank bersama rekan korporasi lainnya dengan didukung sistem teknologi yang terintegrasi, membantu Anda mengembangkan bisnis online dengan lebih mudah, cepat, aman, dan menguntungkan.

Perusahaan Nasional berbasis IT dalam bidang Payment Gateway Indonesia dan Payment Switching Provider. Perusahaan telah berpengalaman dalam bidang pembayaran elektronik sejak 2007 dan terus melakukan inovasi untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan berupa pengembangan pengelolaan data center, interkoneksi antar server berbagai macam biller dengan sinkronisasi dan format message yang diseragamkan, hingga pengembangan aplikasi payment point untuk pembayaran tagihan, reservasi dan tiketing pesawat terbang, kereta api, hotel, tour dan traveling.Bisnis layanan yang memudahkan Anda bertransaksi online dalam bisnis e-commerce, pengiriman uang dan pembayaran tagihan (utility bill).Serta melayani konsumen secara Offline maupun Online.

Website ini memiliki banyak jaringan bisnis yang mampu mendukung peningkatan penghasilan bisnis offline/online Anda. Dengan menjadi anggota Website ini, Anda sekaligus akan mendapatkan banyak peluang penghasilan dari satu akun WebSite saja.
 
 Selain mendapatkan banyak keuntungan dalam transaksi jual beli online, dengan menjadi member SpeedCash / BebasBayar  Anda juga akan mendapatkan :
 

  • Bisnis Pembayaran Terlengkap 217 Biller (penerbit tagihan)
    Cukup dengan satu akun dan saldo SpeedCash / SpeedGram Anda memiliki bisnis pembayaran dengan jumlah penerbit tagihan (biller) terlengkap. Baik Anda gunakan sendiri untuk membayar tagihan Anda atau untuk membayar tagihan keluarga, teman dan kolega maka Anda akan mendapatkan pendapatan fee dari pembayaran yang Anda lakukan.
  • Bisnis Transaksi Keuangan
    Dengan menjadi member SpeedCash / SpeedGram maka Anda akan mendapatkan penghasilan dari fee transaksi keuangan yang dilakukan baik pengiriman uang cash to cash maupun pengiriman uang ke dalam rekening.
  • Bisnis Tour & Travel
    Ini adalah peluang hebat yang dapat Anda dapatkan ! Dengan menjadi member SpeedCash / SpeedGram Anda juga akan segera memiliki bisnis yang sangat prospektif dengan potensi income ratusan juta yaitu bisnis Tour & Travel. Cukup dengan satu akun SpeedCash, Anda dapat segera memberikan layanan tiketing pesawat, reservasi hotel, tour dan travel.

Semua layanan SpeedCash / SpeedGram begitu lengkap dan memberikan berbagai tambahan penghasilan dan daya dukung untuk bisnis Anda, baik sebagai bisnis sampingan maupun sebagai bisnis utama Anda.Secara Offline maupun Online.
  • Dukungan Aplikasi Web, Desktop dan Mobile
Layanan SpeedCash / SpeedGram semakin nyaman dengan dukungan aplikasi berbasis web, aplikasi desktop dan mobile. Sehingga Anda dapat leluasa menjalankan bisnis offline/online dan berinteraksi dengan pelanggan Anda di mana pun dan kapan pun.


SpeedCash / SpeedGram didesain untuk tahan terhadap perubahan bisnis, produk, dan trend sehingga usaha Anda benar-benar dapat dinikmati sampai hari tua.
Anda akan mendapatkan income dari seluruh aktivitas transaksi dalam hidup Anda :
  •     Pembayaran tagihan rutin PLN, pulsa HP, dll (sangat lengkap 216 layanan)
  •     Pembayaran angsuran pinjaman, kartu kredit, dll
  •     Transfer, pengiriman dan penerimaan uang
  •     Transaksi jual beli segala macam kebutuhan hidup Anda
  •     Pembelian tiket pesawat & kereta api dan masih banyak lagi
 Anda sudah bisa menjalankan salah satu program Bisnis  SpeedCash / SpeedGram dengan modal yang sangat ringan
  •     Cukup dengan modal Deposit mulai 50-100 ribu
  •     Rekening Tabungan Mandiri,BCA,BRI,BNI ,dll
  •     Satu buah Telepon Genggam atau HandPhone

Mari Bergabung Bersama Kami 
Blok alamat di bawah ini lalu klik kanan >>>cari lewat google
http://www.speedcash.co.id/124410 
 http://speedgram.net/124410
Daftar Lewat HP :

Daftar SpeedCash
Ketik  Daftar terus bintang nama anda bintang No Hp Anda bintang No ID saya(ID pengiklan seperti yang saya punya :124410)
DAFTAR*<NAMA>*<NOHP>*<124410>
Contoh : DAFTAR*Budi*0812345678*124410

 Atau Ketik Daftar bintang Nama anda bintang No Hp bintang no ID pengiklan(
124410) bintang alamat email anda
DAFTAR*<NAMA>*<NOHP>*<124410>*<EMAIL>
Contoh : DAFTAR*Budi*0812345678*124410*budi@gmail.com

Aktifasi
Setelah anda berhasil mendaftar anda akan di kirimi  no ID user dan PIN ke no HP dan email  No ID dan PIN ini adalah user name dan password untuk masuk ke member area web speedcash juga untuk melakukan transaksi anda, segera aktifasi akun anda engan format sebagai berikut: 

AKTIF*<PIN>
Contoh: AKTIF*121212


Ganti Pin
Update Pin Anda secara berkala dengan format sebagai berikut:
GPIN*<PIN LAMA>*<PIN BARU>*<PIN BARU>
Contoh: GPIN*121212*131313*131313


Deposit / Top Up
Pemesanan tiket deposit untuk deposit saldo dengan format sebagai berikut:
DEP*<NAMABANK>*<NOMINAL>*<PIN>
Contoh: DEP*BCA*100000*131313

Top Up Melalui BANK MANDIRI,BCA,BNI,BRI

Cek Saldo
Saldo terupdate bisa Anda cek dengan format sebagai berikut:
SALDO*<PIN>
Contoh: SALDO*121212


Komplain
Konfirmasikan keluhan maupun saran Anda dengan format sebagai berikut:
INFO*ISI KOMPLAIN*PIN
Contoh: INFO*YTH admin SpeedCash, test komplain*121212


Transaksi pulsa
Anda dapat melakukan transaksi pulsa untuk semua operator dengan
format sebagai berikut:
PULSA*<KODEPRODUK>*<NOHP>*<PIN>
Contoh: PULSA*S10*08993372299*131313

Kode produk
Simpati / AS>S,IM3, Mentari Reguler>I,XL>XR,AXIS>AX,Tri>T,Smartfren>CM
Esia>E

PLN Prabayar (token)
Format transaksi PLN Prabayar melalui teks :
BELI*PLNPRA*<IDPELANGGAN>*<NOMINAL>*<PIN>
Contoh: BELI*PLNPRA*124000341*20000*131313
Transaksi dengan tujuan ID pelanggan yang sama dan nominal
yang sama dalam 1 hari hanya bisa dilakukan satu kali dengan
nominal minimal Rp.20.000,- serta nominal harus bulat (contoh:
20000, 30000, 40000, dst). Apabila ingin melakukan transaksi
berikutnya, silakan menggunakan nominal yang berbeda.


Transaksi PLN Pascabayar
Kemudahan transaksi pembayaran PLN Pascabayar dengan format sebagai
berikut:
Step 1 = C E K * < P L N P A S > * < N O P E L A N G G A N > * < P I N >
Contoh: CEK*PLNPAS*13123456789*131313
Step 2 = B A Y A R * < P L N P A S > * < N O P E L A N G G A N > * < P I N >
Contoh: BAYAR*PLNPAS*13123456789*131313


Ini adalah sebagian contoh transaksi lewat hp ada banyak yang lainya bisa anda download di member area! Anda juga akan mendapatkan Web Affiliasi anda sendiri seperti alamat url speedcash yang ada di sini !
 Bila ada yang kurang mengerti bisa tanyakan di kotak komen atau kontak saya
 Anda pun akan di beri panduan cara cara bertransaksi .Beberapa sistem yang dimiliki SpeedCash / SpeedGram dapat diintegrasikan dengan berbagai device, platform atau webstore manapun. Sistem yang kompleks disederhanakan oleh tim pengembang SpeedCash / SpeedGram yang dihadirkan khusus untuk menjawab kebutuhan Anda. Namun Anda tidak perlu khawatir, temukan panduan penggunaan SpeedCash / SpeedGram yang telah disediakan. Bila tidak menemukan yang Anda butuhkan, silakan hubungi layanan pelanggan kami.

Adapun Panduannya seperti yang tertulis di bawah ini yang bisa anda jumpai di WebSite SpeedCash / SpeedGram di halaman Panduan ! Dan bisa Anda dapatkan dengan mendownloadnya di Member Area --->Download.

    Panduan

    Akun & Security Login
    Menjadi Member
    Cara Pendaftaran via Web & SMS
    Verifikasi Akun SpeedCash
    Cara Upgrade Level Akun
    Cara Cash-In / Deposit
    Cara Transfer Antar User
    Cara Kirim Uang ke Bank (Cash to Account)
    Cara Kirim Uang ke Tunai (Cash to Cash)
    Cara Cash Out / Tarik Tunai
    Transaksi Jual Beli Antar Pengguna
    Transaksi Jual Beli Non-Pengguna
    SPI (SpeedCash Payment Interface)
    Rekening Bersama (Escrow)
    Layanan Jual Beli Langsung / COD
    Layanan Bank Payment Online (Klikpay)
    Layanan Kartu Kredit
    Layanan Paypal
    Tips Keamanan


Gabung Gratis Tanpa Ada Tambahan Biaya Lain ,Anda Bisa Langsung Deposit Dan Berbisnis
Blok URL Di Bawah ini >>> Klik Kanan >>> Cari Lewat Google/Search engine lainnya atau open link in new tab
http://bebasbayar.com/105?b=43787521
Tag : , ,

Saturday, 25 July 2015

Hachiko

Hachiko adalah seekor anjing yang lahir di sekitar bulan November 1923 di Odate, Jepang. Ia pindah ke Tokyo, saat majikannya pindah ke sana.

Pemilik anjing itu bernama Eisaburo Ueno. Eisaburo adalah seorang tua yang tinggal sendirian di rumahnya, istrinya sudah meninggal dan anak-anaknya sudah menikah dan tidak tinggal di situ lagi. Eisaburo Ueno bekerja di sebuah universitas di dekat Tokyo sebagai seorang profesor.

Sudah sebuah kebiasaan bagi orang tua itu untuk menaiki kereta listrik di Stasiun Shibuya untuk bekerja. Ia berangkat sekitar jam 8 pagi, dan biasanya ia pulang dan tiba di stasiun itu kembali sekitar jam 5 sore.

Hachiko, si anjing itu, sangat setia menemani tuannya. Setiap pagi ia berjalan bersama tuannya menuju ke Stasiun Shibuya. Setelah ‘melepas kepergian’ tuannya, anjing itu pulang sendiri ke rumah. Dan uniknya tepat sebelum jam 5 sore, anjing itu sudah datang kembali ke stasiun untuk menjemput tuannya.

Kebiasaan ini dilakukannya setiap hari selama beberapa tahun, dan orang-orang di sekitar situ sudah mulai hapal dengan tingkah anjing (dan pemiliknya) itu. Para petugas stasiun pun selalu tersenyum ramah saat melihat anjing itu berlari-lari kecil menjemput tuannya setiap sore.

Tapi malang, pada suatu siang, Eisaburo mendapatkan serangan jantung di universitas tempatnya bekerja. Ia meninggal sebelum mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit. Segenap keluarganya langsung dihubungi oleh pihak universitas untuk menjemput jenazah Eisaburo.

Lalu bagaimana dengan anjing itu ? Ternyata, pada sore harinya anjing itu tetap datang ke stasiun untuk menjemput tuannya, tapi hingga larut malam ia menunggu, ternyata tuannya tidak datang. Anjing itu pulang kembali ke rumah.

Besok sorenya, anjing itu kembali datang ke Stasiun - dan sekali lagi - ia pulang dengan ‘tangan hampa’. Kebiasaan ini ia lakukan setiap hari. Para petugas stasiun dan orang-orang di situ sangat bersimpati dan kadangkala memberinya makan saat ‘menjemput tuannya’.

Beberapa kerabat Eisaburo pun sebenarnya sudah berusaha untuk memelihara dan merawat anjing itu, tetapi tetap saja - setiap sore anjing itu nekat berlari menuju ke stasiun Shibuya.

Tak terasa 11 tahun sudah berlalu, dan anjing itu tetap melakukan aktivitas hariannya menunggu tuannya di stasiun tiap sore - hingga larut malam, bahkan kadang baru pulang besok paginya setelah pulas tertidur di stasiun.

Setelah berumur 15 tahun, anjing itu akhirnya meninggal dunia dalam kesetiaannya, tepat di tempat dimana ia biasa menunggu tuannya.

Untuk memuji dan menghargai kesetiaan anjing itu, orang-orang membangun sebuah patung Hachiko di Stasiun Shibuya. Patung anjing itu masih berdiri kokoh hingga saat ini, sebagai sebuah inspirasi kesetiaan bagi orang-orang yang melewatinya.

http://goo.gl/Rwuido


Kotak Cinta Untuk Ibu
Mother, how are you today?
Here is a note from your daughter
With me everything is ok
Mother, how are you today?
Mother, don’t worry, I’m fine
Promise to see you this summer
This time there will be no delay
Mother, how are you today?

***

Hari-hariku di kampus di penuhi dengan kegiatan di orgamawa. Ditambah dengan jadwalku memberi les. Semua terasa berat, ingin rasanya aku memiliki satu hari yang khusus dihadiahkan untukku. Agar aku bisa beristirahat. Sedikit menghirup udara segar dan terbebas dari rutinitas dunia kampus. Aku adalah mahasiswi kos di dekat kampus. Rumahku yang jauh membuatku selalu rindu dengan kedua orang tuaku. Terutama ibu. Kini, aku belajar mengatur rumah kecil, dapur dan keuanganku.

Otak seperti dikuras habis untuk memikirkan kuliyah, organisasi, les, kebutuhan, tugas dan seabrek catatan-catatan hidupku yang harus aku pikirkan. Seolah-olah, otak ini sudah mendidih. Layaknya satan kelapa, yang masih saja dipaksa diambil santannya. Seperti aku yang selalu memaksa otakku untuk terus berpikir dan berpikir. Bagaimana hidupku terus berjalan dan maju ke depan.

Rasa capek dan bosan sering membuat sikap malas menghinggapiku. Tapi, aku selalu mencoba menepisnya. Aku tak ingin perjuangan orang tuaku di desa dengan bekerja keras sia-sia hanya karena sikap malasku. Aku ingin kuliah dengan benar, dan sungguh-sungguh. Aku tak ingin mengecewakan mereka.

Aku lantas beranjak dari tempat tidur dan bergegas menuju kamar mandi. Aku sambar handuk diatas kasur, dan dengan menarik napas dalam-dalam aku berkata. “Aku harus semangat..! Kamu tidak boleh malas, Nay.” Kataku sendiri mencoba untuk menyemangati.

Aku buka buku yang terlihat besar dan lebih lebar dari bukuku yang lain. Aku mencoba melihat pekerjaanku kemarin. “Huft…, apanya yang salah, ya?!” Tanyaku yang bingung sekali. Beginilah pekerjaanku sebelum hari rabu tiba. Mengerjakan tugasku akuntansi. Karena aku mengambil prodi akuntansi, mau tidak mau aku harus bergelut dengan angka-ngka yang aku sendiri tak tahu. Berapa jumlah uang sebenarnya.

Aku terkadang berfikir, bagaimana jika pekerjaan akuntansi yang aku kerjakan ini benar-benar ada uangnya. Niscaya aku akan bingung bukan kepalang. Menghitung perhitungannya saja aku terkadang kebingungan. Belum lagi saldo yang tidak balance. Apalagi ditambah menghitung uangnya. Pasti aku akan kebingungan.

Meskipun begitu, Akuntansi adalah mata pelajaran yang aku sukai ketika aku masih di SMK. Oleh karena itu, aku ingin melanjutkan pengetahuanku mengenai akuntansi di jenjang perguruan tinggi ini. Aku merasakan kesenangan tersendiri dengan kumpulan angka-angka yang menarik itu. Perhitungannya jelas. Rumus-rumusnya juga jelas. Misalnya, saat kita membeli suatu mesin. Tenti saja, kalau kita ingin membeli sesuatu barang, maka uang kita akan berkurang (Termasuk asset lancar yaitu kas). Dan kita akan mempunyai mesin baru yang biasa di sebet asset (Asset yang bertambah yaitu asset tetap, mesin).

Mudah sekali mempelajari akuntansi. Saat kita mengerjakan, anggap saja perusahaan itu adalah milik kita. Dan saat mengerjakannya, anggap pula kita sedang mengerjakan laporan perusahaan kita sendiri. Dengan begitu, belajar akan lebih menyenangkan. Jika kamu mendapati ketidakseimbangan pada saldonya, lebih baik lanjutkan pekerjaannya esok hari. Sungguh, aku akan malas untuk melanjutkan pekerjaanku jika saldonya tidak balance. Bukan bermaksud menunda-nunda. Tapi aku ingin mengistirahatkan pikiran. Berharap, esok pikiranku akan segar kembali. Dan bisa meneliti pekerjaaanku.

Salah satu kelemahanku adalah, kurangnya ketelitian dan kecermatan dalam mengerjakannya. Meskipun aku memahami materinya, kecermatan sangat penting dalam mengerjakannya. Mataku pun sudah mulai membengkak karena kelelahan aku ajak begadang. “Lebih baik, aku selesaikan besok malam saja.” Kataku sambil menutup buku. Aku langsung membaringkan tubuhku di atas ranjang.

“Nay, saldonya berapa?” Tanya Rini. “Aku belum selesai, Rin.” Jawabku setelah menyedot es teh yang ada dalam gelas plastik. “Ngapain sih, rame-rame?” Tanya Nana. “Na, saldo soal akuntansinya Bu Priska berapa?” Tanya Rini. Ia adalah temanku yang kurang begitu paham dengan pelajaran akuntansi. Tapi aku salut dengan semangatnya. Ia selalu bertanya padaku, jika ia selesai mengerjakannya. Berusaha untuk mencocokkan, dan jika jawabannya berbeda dan salah. Ia akan segera membenahinya.

Pernah suatu kali, ia datang pagi-pagi ke kosku untuk mencocokkan pekerjaannya yang salah. Sekarang ia tampak kebingungan sekali. Yang ngerti akuntansi saja belum selesai mengerjakannya. Aku bisa melihar raut wajah kepanikan dari sikapnya. “Jangankan mengerjakannya, soalnya saja aku tidak tahu…,” Jawab Nana dengan santai dan terlihat tanpa beban. Tapi, mereka adalah teman-teman yang selalu memberiku semangat. Teman-teman yang selalu membuatku tersenyum. Mengobati kerinduanku terhadap ibu dan bapak.

Usai mengerjakan soal akuntansi, aku membereskan buku-buku di rak yang berantakan. Akupun memasukkannya ke dalam kardus agar rakku tidak penuh dengan buku. Tiba-tiba aku menemukan kotak berwarna cokelat. Aku ingat, ini adalah kotak kue yang dulu pernah aku berikan untuk ibuku. Tepat di hari ibu dan di hari ulang tahun ibuku. Aku langsung menuju kalender yang menempel di dinding kamarku. Mataku terus berjalan mencari bulan, kemudian mencari hari. Mataku pun kemudian berjalan menuju Kotak yang bertuliskan angka. Tampak angka 12. Kurang sepuluh hari adalah hari ibu dan tepat ulang tahu ibuku.

Aku kemudian duduk di atas kasur. Aku terus mengamati kotak kue dari kardus itu. Aku sengaja menghias kotak itu dengan kertas dan daun kering, agar terlihat cantik dan menarik. Seperti membuat herbarium, waktu aku masih SMP dulu. Tugas biologi mengeringkan daun atau mengawetkannya. Aku menata daun-daun kering itu dan menempelkannya pada kardus. Sangat cantik dan cukup mebuat ibuku tersenyum senang dan bahagia. “Ingin sekali aku melihat senyum dan kebahagiaan itu kembali dari raut wajahnnya.” Kataku yang mulai sedih terbawa suasanya.

Aku sudah lama tidak pulang ke rumah. Tugasku memberi les dan kegiatan di organisasi cukup membuatku kualahan. Antara tanggungjawab dan kerinduan teramat dalam pada kampung halaman. ‘Aku ingin pulang, ibu.., bapak..,’ Teriakku tertahan. Aku peluk kotak itu erat-erat. Kotak cinta untuk ibu yang mungkin akan aku buat lagi di tahun ini. Kotak Cinta yang selalu aku buat khusus untuk ibuku. Di hari ibu dan dihari ulang tahunnya.

Malam minggu ini, langit begitu cerah. Ramai dengan bintang bertebaran di langit. Hamparan luas bintang terasa kurang lengkap tanpa hadirnya bulan. Seperti kehidupanku. Banyak teman disekelilingku, tapi kehadiran ibukulah yang paling berharga dalam hidupku. Membuat hidupku jauh lebih lengkap. Angin malam menerpa kulitku, terasa dingin hingga menusuk tulang. Seketika bulu-bulu di kaki dan tanganku langsung berdiri, meski berbalutkan jaket dan rok panjang. Aku lantas menarik resleting jaketku ke atas. Agar dinginnya angin malam tidak mengusikku.

Aku mulai berpikir untuk memberikan sesuatu yang berkesan di hati ibuku. Momen yang aku nanti-nantikan. Aku ingin memberikan kotak cinta itu untuk ibu. “Kira-kira, aku ingin mengisi kotak itu dengan apa, ya?” pikirku. “Nay, ngelamun apa, sih?” Tanya Rini. “Ah.., tidak, Rin. Aku tidak melamun, kok.” Jawabku. Dibilang kaget, aku jawabnya juga santai. Dibilang tidak kaget, masih mikir juga untuk menjawab pertanyaan Rini.

“Sabtu depan pulang, kan?” Tanya Rini. “InsyaAllah.., semoga di kampus tidak ada acara dan kegiatan. Aku ingin pulang, Rin. Aku kangen ibu dan bapak. Terutama Nila adikku. Sudah lama aku tidak pulang dan berkumpul mereka.” Kataku berbagi beban di pundak ini pada sahabatku. “Aku tahu, Nay. Kalau kamu mau, kamu pakai saja uangku dulu untuk pulang.” Rini menawarkan bantuan. “Tidak usah, Rin. Kamu kan juga butuh uang untuk pulang.” Aku berusaha menolaknya. “Tidak apa-apa, Nay. Aku sabtu depan ada acara di kampus. Jadi, aku tidak pulang.” Rini menjelaskan.

Aku pun terdiam sejenak untuk memikirkan tawaran Rini. Antara senang dan perasaan tidak enak pada Rini. Senang karena aku bisa pulang dan bertemu dengan ibu, bapak, dan Nila. Tapi, Rini sudah terlalu banyak menolongku. “Bagaimana, Nay?” Tanya Rini kembali, meminta kepastianku. “Iya, Rin.” Aku pun menerima bantuan itu. Karena aku ingin sekali bertemu dengan ibu.

Hari ini, aku pulang dengan hati yang berkecamuk perasaan sedih. Mukaku terlihat nanar, dan air mata sudah mengumpul di ujung mata. Aku tak bisa pulang sabtu depan. Ada kegiatan organisasi yang harus aku selesaikan. Penggalangan dana untuk saudara-saudara yang sedang tertimpa masalah di Gaza, akan diadakan sabtu depan. Dengan perasaan sedih, aku harus mengikhlaskan.

Aku sebagai penanggung jawab, tidak mungkin lari begitu saja. Dimana integritasku jika aku pergi meninggalkan tanggungjawab itu? Dimana, Nay. Aku mengambil kotak cinta itu. “Ibu, Selimut ini tidak akan datang di hari ulang tahun ibu.” Aku memandangi kotak yang berisikan selimut berwarna biru. Aku ingin ia menemani malam-malamnya. Aku ingin kehangatan melindungi tubuhnya. Aku ingin selalu ada di dalam mimpi-mimpinya.

Aku tutup kembali kotak itu, dan kusimpan kembali dalam lemari. “Apa itu, Nay?” Tanya Rini, heran terhadap kotak itu. “Ini hadiah ulang tahun ibuku” Jawabku dengan nada parau. “Aku tahu, kamu tidak bisa pulang sabtu depan. Kamu sabar, ya..!” Rini menepuk bahuku. “Iya..” Jawabku dengan senyum yang sedikit aku paksakan.

Usai melakukan penggalangan dana, aku langsung pulang. Dari pagi, aku dan teman-teman sudah terjun di jalannan. Membagi-bagikan bendera dan brosur, di tengah terik matahari yang cukup panas. Kepalaku pusing, akibat terlalu lama berada di bawah terik matahari. Kakiku terasa sakit dan memerah. Kakiku juga melepuh dan berair. Karena tadi siang aku lupa memakai kaos kaki. Aku langsung membaringkan tubuhku di atas ranjang.

Aku merasakan timangan kasur nan empuk di kamarku. Perlahan-lahan, diriku dibawa terbang ke awan. Menyusuri pulau nan indah bersama ibuku. Kami sekeluarga terlihat gembira dan begitu menikmati. Aku melihat senyum yang begitu natural, senyum yang terpancar dari hati. Sesuatu yang ibu ekspresikan dengan tulus. Aku begitu senang melihat ibu bahagia. “Buatlah ibu bangga, Nay. Jangan biarkan orang lain merendahkan dan meremehkan kita. Aku yakin kamu pasti bisa membuat ibu tetawa dan bahagia lebih dari hari ini.” Kata ibu memegang telapak tanganku. Tangannya begitu hangat.

Aku hanya memandang senyum yang masih merekah dari kedua bibir ibuku. Tatapanku penuh tanya, dan otakku terus berpikir. Bukankah aku melihat tawa yang begitu lepas. Tapi ibu menginginkan kebahagian yang lebih dari hari ini. ‘Aku memang belum bisa membahagiakanmu, Bu. Engkau selalu berbohong dibalik senyummu. Seolah-olah, engkau sudah merasa bahagia dengan apa yang ada. Tapi, kebohongan yang engkau sembunyikan terlihat nyata. Engkau selalu merasa gembira, untuk menyembunyikan kesedihan. Engkau merasa sehat dengan menyembunyikan sakitmu. Aku ingin engkau bahagia, lebih dari hari ini, hari esok, dan hari esoknya lagi.’ Kata hatiku.

Aku akan membahagiakanmu selamanya, bu. Ingin sekali senyum itu nyata dari hatimu, tanpa ada yang engkau sembunyikan. Perlahan-lahan genggaman ibu merosot dari genggamanku. Aku merasa kebingungan, dan mencoba menahannya. Tapi, ujung jariku sudah menyentuk kukunya. Dan tiba-tiba tangan ini sudah tak menggenggam tangannya lagi. “Ibu….,!” Teriakku terkejut. Aku mencoba mengatur nafas dan mencoba memasuki duniaku yang sebenarnya. Lelah dan kerinduan telah mengantarkanku pada mimpi bertemu dengan ibu. Dan kotak itu secara tiba-tiba melintas di dalam pikiranku dan hinggap di sana.

Hari ini, bulan terlihat diantara bintang-bintang. “Andaikan aku ada disamping ibu, aku akan sangat bahagia.” Kataku sambil memandangi langit. Aku buka kotak yang ada di pangkuanku. Ternyata, selimut ini tak bisa menghangatkan malamnya hari ini. Hari ulang tahunnya, dan hari ibu. Bagiku, hari ibu ada di setiap hari dalam hidupku. Seperti hari-hari yang selalu ada do’a untuku, anaknya.

Aku menarik selembar kertas dari bukuku. Tanganku dengan lincah menari-nari di atas kertas itu, merangkai kata-kata. Padahal aku bukan seorang pujangga. Tak perlu menjadi seorang pujangngga. Hanya karena cinta, kata-kata indah akan tercipta dengan sendirinya. Meskipun kata-kata cinta untuk ibu tidak seindah kata-kata cinta kahlil gibran, dan tak seindah syair-syair Chairil anwar. Aku yakin, ibu bisa merasakan betapa aku sangat mencintainya.

“Aku berjanji, Bu. Meski ibu mengucapkannya dalam mimpi. Aku yakin, itu adalah apa yang selama ini ibu harapkan. Apa yang selama ini ibu tunggu-tunggu. Aku akan membuat ibu bahagia. Lebih dari hari ini dan hari selanjutnya. Selimut ini akan menghangatkan malam-malam ibu. Jika Nayla pulang nanti, bawalah ia untuk menemani tidurmu, Bu. Hanya ini yang bisa Nayla berikan. Tak sebanding dengan kehangatan cinta ibu yang selalu menghangatkanku.” Aku menitikkan air mata, dan jatuh dalam kotak itu.

Air mataku semakin mengalir deras. Mengingat perjuangan, kasih sayang dan cintanya selama ini. Sekelebat kenanga-kenangan bersama ibu secara bergantian melintas di hadapanku. Seperti diputarnya film yang dipertontonkan untukku. Tapi sayang, air mata yang menetes banyak di dalam kotak tak akan meninggalkan bekas. Andaikan ia bisa berubah menjadi kristal putih nan cantik, pancarkan keindahan seperti kasih sayangnya selama ini. Aku akan menyertakannya di dalam kotak itu dan menghadiahkannya untuk ibu.

Tapi, air mataku tak bisa kusulap menjadi butiran kristal. Hanya ada selimut berwarna biru di dalam kotak. Kotak cinta yang akan aku persembahkan untuk ibuku saat aku pulang nanti. Hanya itu yang bisa aku berikan. Uang dari honor menulis cerpenku. Cerpen yang baru pertama kali diterima oleh redaksi. Untukmu,Bu.., untukmu.

“Tunggulah sampai anakmu pulang, Bu. Nayla di sini baik-baik saja. Semoga ibu dapat tersenyum untuk selamanya. Nayla berjanji, Bu.” Aku menghapus air mataku. Aku harus semangat, semangat!

Aku menutup kotak itu dan kubawa kedalam kamar. Aku memasukkannya dalam lemari. “Tinggallah di sini sementara, kotakku. Sebentar lagi engkau akan bertemu dengan ibu. Aku tahu, engkau pasti tidak sabar bertemu dengan ibu.” Aku kemudian mengambil hp yang ada di tasku, hp lama pemberian dari keponakan ibu. Tak apalah, dengan hp ini aku bisa mendengarkan lagu ‘Mother How Are You Today’. Setidaknya, lagu ini bisa menjadi penenang jiwaku. Lagu yang ingin aku sampaikan pada ibu. “Tunggu aku pulang, Bu. Aku sangat mencintaimu” Kataku dengan tersenyum di balik kerinduan yang teramat dalam.

http://goo.gl/Ag1L6i
Tag : , ,

Thursday, 9 July 2015

Laylatul Qadar Malam Kemuliaan


Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar (bahasa Arab: لَيْلَةِ الْقَدْرِ ) (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam Al Qur'an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur'an. 

Deskripsi tentang keistimewaan malam ini dapat dijumpai pada Surat Al-Qadar, surat ke-97 dalam Al Qur'an:



Al-Qadr  {Kemuliaan} القدر 


Dengan menyebut nama Allah
Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

1
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

2
Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ

3
Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

4
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ

5
Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

Lailatul Qadar dapat juga uraikan sebagai malam pelimpahan keutamaan yang dijanjikan oleh Allah kepada umat islam yang berkehendak untuk mendapatkan bagian dari pelimpahan keutamaan itu. Keutamaan ini berdasarkan nilai Lailatul Qadar sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.Barang siapa yang beribadah pada malam Laitul Qadar akan sama dengan beribadah selama seribu bulan. Dan barang siapa yang mendapatkan kemuliaan itu, sungguh ia adalah manusia yang sangat beruntung dan dirahmati.

Berikut ini merupakan keistimewaan malam Lailatul Qadar:
  •  Lailatul Qadar yaitu waktu diturunkannya Alquran, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas berbunyi; “Allah menurunkan Alquran secara utuh sekaligus dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah yang ada di langit dunia."
        Sebagai ketetapan dapat dijumpai pada surat Ad-Dukhan ayat 3-5 :

 
             Surat      Ad-Dukhan
                      Ayat  3-5
sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ
Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah

فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
(yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus rasul-rasul

أَمْرًا مِنْ عِنْدِنَا ۚ إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ

  • Malam Lailatul Qadar yaitu Satu Malam yang penuh keberkahan dan kemuliaan. isyarat ini dapat kita jumpai pada surat Al-An'am (6): 91 yang berbicara tentang kaum musyrik: 

  Surat Ke  6    Al-An´âm         الانعام
                      Ayat ke 91
Dan mereka tidak menghormati Allah dengan penghormatan yang semestinya, di kala mereka berkata: "Allah tidak menurunkan sesuatupun kepada manusia". Katakanlah: "Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa oleh Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kamu jadikan kitab itu lembaran-lembaran kertas yang bercerai-berai, kamu perlihatkan (sebahagiannya) dan kamu sembunyikan sebahagian besarnya, padahal telah diajarkan kepadamu apa yang kamu dan bapak-bapak kamu tidak mengetahui(nya)?" Katakanlah: "Allah-lah (yang menurunkannya)", kemudian (sesudah kamu menyampaikan Al Quran kepada mereka), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatannya.
وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ إِذْ قَالُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِنْ شَيْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنْزَلَ الْكِتَابَ الَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُمْ مَا لَمْ تَعْلَمُوا أَنْتُمْ وَلَا آبَاؤُكُمْ ۖ قُلِ اللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِي خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ

  • Turunnya Malaikat Jibril pada malam Lailatul Qadar Dan malam yang sempit.Lailatul Qadar ditandainya dengan turunnya para malaikat dan banyak sekali .Yang di tegaskan dalam Al-Qur'an surat Al-Qadr(4).Dan melambangkan kesempitan dapat dijumpai pada surat Ar-Ra'd ayat 26:


Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُوا بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا مَتَاعٌ


Tidak ada yang tahu dimana malam kemuliaan tersebut diturunkan oleh Allah, namun malam yang lebih mulia dari seribu bulan tersebut  telah diungkap oleh Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA). Fakta-fakta ilmiah telah dibuktikan oleh NASa yang telah mendapatkan beberapa gejala dan bukti ilmiah terkait malam yang ditetapkan jatuh pada malam ke-10 terakhir bulan Ramadhan tersebut.

Dalam Al-Quran dan Hadist telah disebutkan tanda-tanda hadirnya malam lailatul Qodar, dan hal ini juga telah dibuktikan oleh NASA, dimana ketika malam kemuliaan diturunkan oleh Allah, atmosfer bumi dan suhu udara sedang, tidak ada meteor yang jatuh ke atmostfer dan juga cahaya matahari bersinar terang tanpa mengeluarkan radiasi.

Tapi harus diketahui, bahwa rahmat Allah itu sangat luas. Orang yang hanya menghidupkan sebagian kecil dari malamnya itu juga tentunya mendapat kemualian malam Lailatul Qodr, karena ia telah menghidupkan malamnya walau hanya sebentar. Tapi tentu saja pahala dan ganjaran yang didapat tidak sebanding dengan mereka-mereka yang menghidupkan semalaman penuh tanpa tertidur.

Dan orang yang menghidupkan hanya sebagian kecil malamnya tentu saja merugi, karena ia melewatkan kesempatan dan pahala ibadah yang sangat agung yang telah Allah siapkan disepuluh terakhir Ramadhan ini. Terlebih lagi bahwa Nabi saw telah mencontohkan, kalau beliau saw itu sangat serius beribadah ketika masuk sepuluh terakhir ramadhan dan beri’tikaf sampai akhir ramadhan, yang keseriusannya itu tidak seperti di hari-hari lain.

Dalam sebuah hadits dari ‘Aisyah ra, ia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ


“Nabi saw itu ketika masuk sepuluh terakhir, beliau kencangkan kainnya, beliau hidupkan malamnya dan belaiu bangunkan keluargnya.”. (HR al-Bukhari)
 وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ



Source :

https://id.wikipedia.org/wiki/Lailatul_Qadar#Keistimewaan
http://majalahberita.com/berita-terkini/nasa-temukan-ciri-ciri-malam-lailatul-qadar-sama-seperti-hadits-rasulullah/11159
http://quran.0pick.com/
http://dream.co.id/

Tag : , , , , , ,

Wednesday, 17 June 2015

Herbal Tetes Propolis Bioraja


 Konsumsi Herbal Tetes Propolis Bioraja Rutin Setiap Hari Guna Meningkatkan Sistem Pertahanan Tubuh Kita Dari Serangan Virus ,Bakteri,Jamur Dan Insya Alloh Dapat Mengobati Berbagai Macam Penyakit

Saya akan ulas pengertian Propolis itu sendiri .Kata Propolis diambil dari bahasa Yunani, Pro artinya sebelum dan Polis artinya tubuh/ kota. Pengertian bebas dari kata Propolis adalah Sistem Pertahanan Tubuh/ Kota. Propolis sendiri merupakan suatu zat resinyang dikumpulkan oleh lebah madu dari pucuk-pucuk tunas muda, dan kulit pepohonanyang mengandung getah kemudian dicampur dengan air liurnya. Digunakan untuk melindungi, menambal serta mensterilkan sarang dari berbagai ancaman dan gangguan dunia luar.Sifatnya lengket dan mampu menutupi ruang heksagonal kecil pada sarang lebah yang berukuran 4-6mm. Melindungi pintu masuk sarang lebah dari ganguan iklim yang ekstrim serta bersifat anti bakteri (Disinfectan) sehingga mampu menangkal berbagai Bakteri, Virus dan Jamur yang mengancam kesehatan sarang.

 Propolis mengandung lebih dari 300 unsur yang dibutuhkan dalam kesehatan, diantaranya: flavanoids, chalcones, dehydrocalcones, asam alipatik dan ester lainnya, asam alipatik rantai panjang, minyak volatil rantai pendek, asam aromatik dan ester lainnya, asam benzoik dan turunannya, aldehida, senyawa alkohol, asam sinamat dan turunannya, ketine, phenol, asam amino, vitamin, mineral. Belajar dari efektifitas Propolis bagi lebah inilah manusia modern kemudian ikut menggunakan Propolis dalam pengobatan khususnya untuk menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, virus dan jamur.Dan nyatanya Propolis sangat efektif untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta melawan bakteri yang resistant terhadap antibiotik buatan manusia. PENELITIAN / RISET TENTANG PROPOLIS .
 

Para Ahli Pengobatan dunia terus melakukan penelitian demi penemuan jenis obat atau imun baru guna mengatasi dan memperbaiki masalah kesehatan ini.Mulai dari penelitian dalam bidang Kimia Farmasi maupun Pengobatan Herbal, dan salah satunya yang sudah diakui manfaatnya adalah Propolis. Dan berikut adalah penelitian-penelitian Otentik dari berbagai negara yang tidak henti-hentinya menemukan bukti baru atas efektifitas Propolis sebagai obat untuk berbagai penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur dan masuknya bahan kimia berbahaya kedalam tubuh (keracunan).

     Propolis merupakan Antibiotik Alami yang dapat melawan berbagai penyakit tanpa efek samping, menurut penelitian sarang lebah jauh lebih steril dari ruang operasi rumah sakit. (Roy Kupinsel)

    Propolis memiliki banyak khasiat karena kandungannya lebih dari 180 fitokimia. Beberapa diantaranya adalah flavonoid dan berbagai keturunan asam orbanat, fitosterol, dan terpenoids. Zat-zat itu terbukti memiliki berbagai sifatantiinflamatori, antimikrobal, antihistamin, antimutagenik, dan antialergi. Flavonoids bersifat antioksidan yang dapat mencegah infeksi serta turut menumbuhkan jaringan. (Prof. Dr. Mustofa MKes Apt, Kepala Bagian Farmakologi dan Toksikologi Kedokteran Universitas Gadjah Mada) 


Produk Utama dari Program ini adalah PROPOLIS BIORAJA Harga : 99ribu / Paket 1 Paket = 2 botol Propolis Bioraja @ 6ml
 Dari berbagai penelitian yang sudah tidak diragukan lagi kebenarannya, maka bisa ditarik benang merah alasan kenapa Propolis boleh dimasukkan dalam daftar OBAT dalam dunia kesehatan. Dan mengapa Anda harus memilih Propolis BIORAJA diantara deretan merk dagang propolis yang ada :

Daftar di Sini

http://goo.gl/Dh82nM

Caranya sorot atau blok URL lalu klik kanan > buka di tab baru atau cari melalui google 
  
Propolis untuk membantu pengobatan HIV. Racun lebah diberikan kepada seorang anak perempuan dengan HIV, dan menunjukkan bahwa racun tersebut bisa merusak dinding sel dan sistem virus pada HIV. Racun lebah tidak menghancurkan virus tapi menembus tudung virus sehingga virusnya mengecil. (Riset terbaru dari Amerika dan Mulai di Uji Cobakan di Indonesia)

Produk Utama dari Program ini adalah PROPOLIS BIORAJA Harga : 99ribu / Paket 1 Paket = 2 botol Propolis Bioraja @ 6ml
 Dari berbagai penelitian yang sudah tidak diragukan lagi kebenarannya, maka bisa ditarik benang merah alasan kenapa Propolis boleh dimasukkan dalam daftar OBAT dalam dunia kesehatan. Dan mengapa Anda harus memilih Propolis BIORAJA diantara deretan merk dagang propolis yang ada :

     Setiap ml Propolis Bioraja mengandung konsentrat paling tinggi dibandingkan merk lain yaitu 950 mg Propolis Liquid/ml nya.


     Lolos uji Laboratorium dan Uji kasat mata tentang ke ASLIan kandungan Propolis nya, sehingga TEPAT GUNA dalam memberikan manfaat.

     Memiliki ukuran molekul yang begitu kecil yaitu 1 per 1 Milyar meter sehingga sangat mudah diserap oleh tubuh dan segera memberikan hasil.
Kandungan : setiap ml mengandung 950 mg propolis liquid
Ijin Produksi : DINKES RI P-IRT 10934040113117

 Gambar di bawah ini adalah Sertifikat LAB


 Cara Pakai Herbal Tetes Propolis Bioraja terhadap berbagai penyakit
Anda bisa menyimaknya pada gambar di bawah ini





Harga Herbal Propolis Bioraja Satu Paket Isi Dua Botol Adalah Rp.99 Ribu Belum termasuk Ongkos kirim,Bila anda menginginkan Bonus Anda bisa mengikuti Plan Bisnis

Plan Bisnis
Bioraja memberi kesempatan kepada seluruh member untuk berpenghasilan jutaan rupiah setiap harinya. Cukup bayar 99 ribu Anda sudah menjadi member Bioraja dan mendapatkan 1 paket produk Bioraja (2 botol Propolis Bioraja)

     PILIHAN PAKET USAHA :

    •     1 HU = Rp.99.000,- + ONGKIR ( ONGKIR = 10rb  bisa lebih Pulau Jawa atau 15rb bisa lebih Luar Pulau JAWA) [untuk ongkir bisa lebih disesuaikan tarif ekspedisi pengiriman dan di hitung satu kilo] Dapat 2 Botol Propolis + Brosur + Websupport Potensi Bonus Pasangan Maksimal : Rp.1,2 Juta/Hari


    •      3 HU = Rp. 297.000,- ( PLUS ONGKIR) Dapat 6 Botol Propolis + Brosur + Websupport Potensi Bonus Pasangan Maksimal : Rp.3,6 Juta/Hari Cash Back : Rp.60.000,- (dimasukan kedalam bonus)


    •     7 HU = Rp. 693.000,- ( FREE ONGKIR) Dapat 14 Botol Propolis + Brosur + Websupport Potensi Bonus Pasangan Maksimal : Rp.8,4 Juta/Hari Cash Back : Rp.180.000,- (dimasukan kedalam bonus)


    •     15 HU = Rp. 1.485.000,-( FREE ONGKIR) Dapat 30 Botol Propolis + Brosur + Websupport Potensi Bonus Pasangan Maksimal : Rp.18 Juta/Hari Cash Back : Rp.340.000,- (dimasukan kedalam bonus) ++ Langsung 1 ID UPGRADE Menjadi BIO LEADER
    Untuk Ongkos kirim Paket bisa berubah sewktu-waktu tanpa pemberitahuaan!!!
    • Tugas utama kita cukup mengajak minimal 2 Orang Saja untuk bergabung.

    Kami yakin teman, kerabat dan relasi yang kita miliki lebih dari 2 orang.

    Dengan MODAL TERJANGKAU - PRODUK BERKUALITAS dan SISTEM LUAR BIASA tentu tidak sulit untuk mencari 2 orang bukan ? 

     Dengan hanya mengambil 1 Hak Usaha senilai Rp.99.000,- + Merekrut 2 Orang + Membina Jaringan

    • Anda berkesempatan mendapatkan INCOME hingga 1 JUTA/ HARI

    Diluar itu masih ada BONUS lainnya berupa : BONUS SPONSOR, BONUS PASANGAN, BONUS ROYALTY, BONUS AUTO REWADS, BONUS PERKEMBANGAN JARINGAN, AUTO SAFTY INVESTMENT PROGRAM. 


    Bukti Order Dan Pengiriman paket HU1

     

    Ini bukti order saya ,pada tanggal 17/06/2015 saya lakukan pembayaran dan konfirmasi.Barang sampai atau di terima pada tanggal 20/06/2015

     Daftar Dan Dapatkan Segera Herbal Tetes Propolis Bioraja

    Klik kanan URL ini : http://goo.gl/Dh82nM 
    Dan buka di tab baru atau cari lewat google!


    Tag : , , , , , ,

    Friday, 5 June 2015

    Ayah, Aku Bangga Padamu! Catatan Putra Seorang Koruptor

    Dua lelaki berpakaian coklat tua mengapit lelaki separuh baya menuju kamar tidur berkuota 5 orang tetapi sesak di jejali penghuni tiga kali lebih banyak dari kapasitas standar sebenarnya, saat salah satu dari lelaki berseragam membuka grendel-grendel pengaman yang mengamankan penghuni kamar, kepala lelaki setengah baya itu tegak, menoleh ke arah ruangan di sudut deret bangunan tempat aku berdiri, tersenyum lalu menganggukkan kepala kepadaku sebelum menghilang di balik jeruji.

    Segurat senyum menghiasi sudut wajahku membalas senyuman dari lelaki itu, tapi aku tahu dia tidak melihatnya, karena serombongan lelaki berpakaian coklat melintas di antara jangkauan pandang kami memecah situasi melodrama yang bila di telenovela korea biasanya dapat jatah scene 10 detikan lebih karena di slow motion dan sudut pengambilan sudut gambar bisa lebih dari 8 titik. Karena moment itu sungguh berkesan, bermakna dan sarat penafsiran.

    “Ayah, aku bangga padamu.” Hanya kata itu yang mampu menggumam di bibirku mewakili gejolak yang muncul sporadis.

    Aku membalikkan badan, karena sosok yang tadi tersenyum dan tak lain adalah ayahku sendiri tersebut sudah tidak terlihat karena blok tahanan tertutup gelapnya bayangan dinding tinggi lembaga permasyarakatan. Aku berjalan keluar, mengarah ke gerbang besar pembatas bui dengan dunia luar, dunia kita, dunia kebebasan.

    Segerombolan pewarta menyambutku, beberapa ku kenal baik, beberapa lagi baru pertama ku lihat termasuk 3 lelaki yang membawa kamera plus microphone berlabel televisi.

    “Apa langkah keluarga besar anda menyikapi pengakuan mengejutkan di persidangan tadi..?”
    serbuan pertanyaan di mulai..
    “apakah ada bocoran mengenai siapa saja yang terlibat?”
    “Bagaimana bila massa pendukung dari orang-orang yang di sebutkan namanya itu tidak terima..?”
    “Seandainya..”
    “Apabila…”
    “…”

    Aku tak menjawab, hanya tersenyum dan terus berjalan menerobos kerumunan yang haus informasi itu menuju vespa tua satu-satunya sisa dari kekayaan orang tuaku yang tidak ikut di sita KPK, entah karena mereka menilai secara taksiran vespa uzur ini tidak layak dan tidak punya nilai jual atau mereka tahu sejarah keberadaan vespa itu yang di era awal reformasi mengawal sepak terjang aktivis terkenal yang kini tersandung.

    ***

    Aku masih ingat sekali, saat ayah menghilang selama 2 minggu sebelum presiden yang ku anggap tidak akan pernah terganti itu lengser, aku masih es-em-pe saat itu. Dua hari setelah gedung kura-kura raksasa hijau di senayan sepi dan lepas dari pendudukan pemuda dan mahasiswa ayah kembali. Kepalanya berbalut perban dan wajahnya terlihat lelah dengan memar di sana-sini. Aku berlari memeluknya saat sosok lusuh itu muncul di depan pintu rumah.

    “Ayah tidak apa-apa?” serbuku di sela tangis

    Dia tersenyum dan berkata “Jangan cengeng.. inilah resiko dari perjuangan, ayah mau makan dan bersih-bersih dulu, tolong panas-kan vespa ayah, masih banyak yang harus ayah kerjakan.”

    Ayah melepaskan pelukannya sembari melanjutkan,

    “kalau om Subur datang, suruh tunggu dan suruh ibumu buatkan kopi.” Ayah langsung berlalu ke ruang dalam di sambut histeris dan ledakan tangis ibu. Aku termangu di tempat ku berdiri merasakan sensasi haru sekaligus bangga yang begitu berbeda.

    Vespa ini intim mengawal ayah, di awal-awal sepak terjangnya di dunia kami yang baru. Vespa ini kemana-mana membawa pesan-pesan pergerakan dan niat mulia membenahi republik ini. Ayah dan vespanya adalah legenda sebuah perjuangan politik mazhab reformasi yang kemudian bertransformasi menjadi kenyataan sekarang ini.

    Selain vespa, ada satu sosok lagi yang ikut berperan, sosok itu adalah om Subur, lelaki yang biasa ku buatkan kopi kental, sosok ambisius dan guru politik serta starter pergerakan di mana ayah menjadi salah satu pilar.

    “akan jalan di tempat dan bahkan berhenti di sini bila agenda ini tidak dilanjutkan, kawan-kawan di Jakarta berencana masuk ke parlemen, berada di luar sistem tidak banyak kontribusi positifnya bagi perubahan yang kita perjuangkan, berakhirnya orde baru hanya awal, pemilu di depan mata, orang-orang pergerakan harus masuk ke sistem agar maksimal.” Sayup-sayup suara bersemangat om Subur menyentuh gendang telingaku yang sedang belajar di kamar tidur, beberapa bulan setelah itu

    Aku menghentikan aktifitas dan ikut mendengarkan diam-diam obrolan om Subur, Ayah, dan beberapa temannya di ruang tamu.

    “Drafnya sudah siap, orang-orang kita pun sudah setuju kita bergabung ke partai ini, pembentukan DPD tinggal menunggu hari, kamu di butuhkan di sini.” Seorang lagi bersuara.

    “Sebagai apa? Dan seberapa efektif peran saya di dalam?” Ayah bersuara

    “Sebagai Ketua, kami teman-teman mahasiswa mendukung, karena itu kami ke sini.”

    “Tidak adakah jalan lain selain masuk ke sistem?” ayah bertanya ragu

    “Inilah kesempatan kita untuk berbuat, bukan hanya sebagai penyuara dan pengkritik sistem dan koar-koar di media dan di setiap aksi, berharap ini itu, tapi relevansinya apa? suara kita di tampung saja, tidak ada perubahan, sistem dan birokrasi mengganjal setiap keputusan. Kita akan semakin tua kawan, kita tidak bisa bergerak dari satu aksi ke aksi, tindakan nyata harus di ambil, dari pada kita yang meminta keputusan lebik baik kita yang membuat keputusan. Dan sarana menuju ke sana telah siap dan matang.”
     
     
    Lama suasana hening, sebuah kalimat menghentikan diskusi

    “Baik, beri saya waktu 2 hari utuk memikirkannya.”

    Dan semuanya pun di mulai. Mendapatkan suara terbanyak di pemilu legislatif pertama era reformasi mengantarkan Ayah menduduki posis teratas di jajaran legislatif kota tempat ku di besarkan.

    Om Subur tidak seberuntung ayahku, mandek di legislatif dia mengambil langkah startegis menembus eksekutif. Benturan hebat di lingkaran lama mendorong nya bersama beberapa kologa sejawat menerapkan kesempatan yang diberikan undang-undang otonomi dengan membentuk daerah tingkat dua baru. Kabupatenku ini. Ayahku juga terlibat dengan kapasitas dan kemampuan aksesnya di tingkat lobi dan pansus pemekaran.

    Aku kembali ingat saat om Subur berkata di suatu malam.

    “Satu-satunya jalan agar korupsi dan birokrasi njelimet di negeri ini musnah adalah menghentikan segala bentuk gratifikasi, termasuk pungutan saat masuk CPNS, nota fiktif, dan fee-fee proyek di cut off sejak awal, tradisi sehat itu mesti di mulai, dan itu harus bersumber dari pemegang kekuasaan. Pemimpin. Aku menginginkan posisi itu. Karena itu visiku. Kau, dukung aku di dewan.” Singkat padat jelas langsung menohok, serbu om Subur.

    Aku tidak mendengar jawaban dari ayahku. Hanya desah nafas panjang tanpa iya dan tidak. Aku mengartikan itu adalah iya.

    Dan dugaanku benar adanya, sepak terjang kedua partner itu semakin menggila. Dalam proses nya bukan hanya terjadi pergeseran prinsip dan pandangan, lebih jauh makin mengarah kepada Transkulturasi paradigma dalam pelaksanaannya, aku melihat ayah sedikit tidak nyaman dalam pelaksanaan karena sering terjadi friksi antara kebijakan dan pandangan, terutama bila dikaitkan dengan nurani.

    “Inilah konsekwensi sebuah perang kawan, selalu ada korban. Seorang Mao Tze Dong mengorbankan ratusan ribu rakyat China lama untuk membentuk China baru, China yang sekarang, China yang gemilang. Kita tidak mesti mengorbankan sesuatu yang se-ekstrim itu, hanya sedikit mengesampingkan pandangan politik pribadi demi kepentingan yang lebih besar bijak dibutuhkan dalam masa transisi ini.”

    “Tapi prinsip yang satu itu yang membawa kita hingga ke level ini, cita-cita pergerakan menghapus semua tradisi korupsi, kolusi dan nepotisme. KA-KA-EN, tiga huruf itulah yang menjadi akar dari gerakan reformasi, amanat itu masih menjadi acuan, bukan malah meleburkan diri”. Sanggah ayah.

    “Dengan bertahan dengan prinsip itu, kita tidak akan pernah keluar dari kotak, apa yang dapat kita lakukan bila pemerintah pusat meng-anaktiri-kan kita, kabupaten kita. Tangga birokrasi hingga ke kementerian memaksa kita mengikuti tradisi ini. Bukan berarti kita sependapat, namun keluar dari jalur terlalu ekstrim akan melemparkan kita keluar dari jalan besar, kita sedang membangun daerah ini. Berikan apa yang semestinya masyarakat dapatkan, masyarakat butuh pembangunan di segala sektor, dan itu butuh biaya besar, untuk sementara kita hanya bisa mengandalkan pos-pos anggaran dari pusat, bila tidak kita ambil, kita akan tertinggal. Idealis boleh-boleh saja, tapi jangan lupakan ada perut yang juga mesti di isi makanan, dan masyarakat kita juga berperut, dari petani, buruh, pegawai, semuanya berperut. Dan sejatinya perut merekalah yang kita fikirkan, kita perjuangkan.”

    “Juga perut penyokong mu, kuperhatikan perutnya jauh lebih besar dari perut rakyat-rakyat jelata-mu”. Nada sindiran tergambar jelas dari suara ayah.

    “Naif kau berkata begitu, jangan lupakan kuasanya lah yang menyelamatkan kau dahulu, hingga kau masih bernapas dan tidak tinggal nama seperti rekan-rekan kita yang lain”.

    “Mereka berkorban untuk apa yang mereka perjuangkan, apa yang mereka dan kita yakini, ingin aku berada di antara salah satu dari mereka”. desis ayah

    “Tidak cukup hanya dengan menjadi martir, era itu telah habis, buka matamu, perjuangan kita jauh lebih berat saat ini, itu faktanya, kita sudah coba dengan berada di luar, tidak banyak membantu, sekarang kita sudah berada di dalam, cobalah untuk beradaptasi dan kita selesaikan apa yang sudah kita mulai, setidaknya sampai periode berikutnya, minimal kita berdua tau makna dari balas budi”.

    “atau, kosakata itu sudah tidak ada lagi di kamusmu?” lanjut om Subur
    “balas budi?”

    “ya, kecuali kau bukan laki-laki!”.

    Ayah selalu terdiam dengan dasar-dasar logika sosial om Subur. Begitupun kali ini. Lebih lama dari biasanya sebelum akhirnya menjawab.
    “Baiklah, kuikuti maumu. Sekali lagi setelah banyak kali yang kuikuti, terserah kau bilang ini idealis, tapi pada dasarnya ini adalah prinsip!, prinsip yang membuat kau dan aku bisa berada di tataran ini. Muak aku mengikuti kehendak politikus-politikus itu, karena kau yang meminta, sekali lagi aku pasang dada. Dan hutang budi itu lunas!”

    Ku dengar om Subur tertawa, “Apa kau lupa kalau engkaupun sekarang seorang politikus? Di mana bumi di pijak di situ langit di junjung kawan, ha ha.. sudahlah, aku atur semuanya besok, tiap paket ke komisi dan banggar kuserahkan kepadamu, mekanismenya bagaimana ku kembalikan kepadamu, aku tau kau punya cara sendiri mengalokasikannya bagaimana.. Aku pamit dulu. Salam ke orang rumahmu dan si Derto”.

    ***

    Gedung pengadilan itu masih ramai, aku tidak berhenti hanya melewatinya, sekelompok kecil massa yang di luar gedung melihat ke arah vespa dan menyadari siapa penunggangnya, beberapa berteriak selebihnya mengumpat, namun tak ku gubris, tangan kiriku menurunkan perseneling sehingga suara mesin mendengung kaget sebelum menderu dengan kecepatan lebih.

    Di depanku berdiri rumah mewah bergaya mediterania dengan pilar-pilar besar menopang struktur bangunan 3 lantai di atasnya. Itu rumah Om Subur, lengkapnya plus title H.M. Subur Abadi SH.MM, Bupati terpilih Kabupaten Muara Baru. Rumah itu ramai, terutama setelah apa yang terjadi tadi di ruang pengadilan.

    Ayah memilih membacakan sendiri hak yang diberikan hukum perundang-undangan negeri ini kepada seorang terdakwa sepertinya. Dalam pleidoi yang bisa dikatakan bukan merupakan suatu pembelaan, namun nyata sebuah pengakuan.

    “Perang terhadap korupsi, kolusi dan Nepotisme adalah perang kita bersama, setiap langkah keputusan strategis dalam ruang ketata negaraan kita tidak lepas dari mekanisme struktural yang mengikat, baik dalam system kelembagaan maupun tradisi kelembagaan. Reformasi emosional yang tidak tersistem membawa banyak sisa-sisa persoalan, dalam melegitiminasi terkadang kita mesti mengikuti tradisi”.

    “Saya Abdi Mahardika menyatakan bahwa hal yang di dakwakan kepada saya, tidak sepenuhnya benar, namun saya mengakui bahwa ada sejumlah paket dana yang di bagiakan oleh saya sendiri kepada sejumlah orang demi memuluskan pengesahan anggaran dan itu saya sadari hal tersebut tidak dapat dibenarkan secara hukum, apapun alasannya!”.

    Ruang sidang bergemuruh, hakim ketua terpaksa menggebrak meja sidang dengan palunya untuk menenangkan massa.

    “Saya hormati hak hukum yang diberikan kepada saya untuk membela diri, namun biarkan saya menunaikan kewajiban saya untuk bertanggung jawab kepada masyarakat atas amanah mereka yang saya lencengkan secara kesatria, inilah hutang budi saya yang sesungguhnya”. Ayah lantas menyebutkan beberapa nama.

    Ruang sidang makin heboh, arah pengakuan tersebut sudah sangat jelas mencuil kekuasaan eksekutif dan lingkaran di sekitarnya. Ayah segera di amankan sementara massa kian beringas.

    ***

    Dua hari yang lalu aku menjenguk ayah di tahanan, mengantarkan sambal taucho kesukaannya dan stok sigaret kretek buatan Surabaya satu slop.

    “Derto, masih ingat apa yang almarhum kakekmu pesankan dulu saat kamu ketahuan mencuri telur bebek nya?”, Tanya ayah sambil menyalakan sebatang sigaret

    “Hahaha.. ingat yah, waktu bulan puasa itu kan?”

    “iya..”

    “haha.. bagaimana bisa lupa. Kata per kata bahkan” Sahutku sambil tergelak, mengingat telur-telur malang tersebut aku barter dengan mercon cabe untuk dinyalakan waktu tarawih.

    “Ayah ingin dengar setiap katanya dari mulutmu”. Pinta ayah sambil tersenyum.

    “baiklah..” jawabku sambil pasang gaya menirukan kakek

    “Derto, Lelaki itu bukan seseorang yang terus mencari perlawanan dan pembenaran atas apa yang dia lakukan, walaupun kesempatan akan pembenaran itu ada. Berani menyatakan diri salah dan meminta maaf jauh lebih terhormat dan lebih laki-laki..” aku terdiam di akhir kalimat mencoba menerka maksud di balik pertanyaan ayah tadi,

    “maafkan ayah atas semuanya”. Ayah menatapku dalam, tampak bias air mata dalam tatapannya

    “Dan izinkan ayah kembali menjadi laki-laki”.

    ***

    Air Rambai, Akhir April 2013 04.45

    “Malaikat pun dapat berubah menjadi iblis bila terlalu lama berada di dalam neraka”.

    http://goo.gl/7OXGTO


    Ada Apa Dengan Sikap Ayah
    Malam itu sungguh hening, aku tak bisa menyembunyikan kemarahanku saat itu, aku mencoba berbaring di tempat tidur dan memeluk bantal gulingku, berharap emosiku akan hilang. dalam pikiranku saat itu aku hanya memikirkan sikap ayah yang sore tadi memarahiku hanya karena aku meminta uang padanya, karena aku ingin membeli baju baru yang tadi siang aku lihat di sebuah tokok ketika aku pulang sekolah. aku sangat menyukai baju itu. tapi ayah malah menasehatiku dan berkata “jangan terlalu boros dalam hal uang, dan cobalah untuk menabung”. aku sempat mengadukan hal ini kepada ibu, tapi rupanya respon ibu terhadapku sama sekali tidak aku inginkan, ya.. ibu saat itu berpihak kepada ayah. dan berkata “turuti saja apa kata ayahmu, karena itu untuk kebaikanmu juga”.

    Waktu menunjukan jam 20. 00 wib, aku pun langsung menarik selimutku dan tidur.
    Tepat pada pukul 6 pagi Matahari menyambutku pagi itu dengan cerah, tapi tidak dengan sikap ku pada ayah, pada saat itu aku masih marah terhadap ayah, tapi rupanya ayah seakan-akan tidak tahu tentang sikapku terhadapnya, entah dia berpura-pura tidak tahu atau… ah sudahlah aku sangat benci pada saat itu. aku langsung berpamitan pada ibu untuk berangkat sekolah.

    Bel pulang pun berbunyi, karena tidak ada rencana apa-apa aku dan teman-temanku langsung pulang, ketika di perjalanan pulang lagi-lagi aku terbayang dengan baju kemarin di salah satu toko dekat sekolahku. dan ketika aku melewati toko itu ternyata baju yang aku inginkan itu masih ada dan belum terjual, aku sangat ingin membelinya pada saat itu tapi uangku tidak cukup untuk membeli baju itu.

    Ketika tiba di rumah aku langsung menceritakan baju yang aku inginkan itu pada ibu, berharap ibu akan memberiku uang yang cukup untuk membeli baju itu, dan pada saat itu ibu sama sekali tidak peduli dan berkata. “baju mu masih banyak yang bagus, dan kalau mau minta uang untuk membeli baju mintalah pada ayah”. dengan wajah yang sangat marah aku pun pergi ke kamar dan langsung meninggalkan ibu yang pada saat itu mengomeliku”. ketika ayah pulang kerja aku menyambut ayah dengan senyuman manisku, dan rupaya ayah kelihatan heran dengan sikapku padanya, dan ayah pun langsung duduk di samping ibu yang pada saat itu sedang duduk di ruang tamu, akupun lagi-lagi menceritakan baju itu dan berharap ayah menuruti permintaanku, tapi dengan wajah yang kalem ayah berkata. “kamu selalu saja begitu nak, tidak pernah berubah, apa yang kamu inginkan seolah-olah ayah harus turuti”.
    “Kenapa ayah sekarang sama saja seperti ibu tidak mau menuruti keinginanku, padahal dulu apa yang aku inginkan selalu kalian turuti tapi sekarang…” ayah memotong pembicaraanku dan berkata “dulu memang semua keinginanmu ayah dan ibu selalu turuti, tapi sekarang kau bukan lagi anak kecil kau sudah remaja nak, dan hal itu membuat ayah berpikir, kalau kau hanya ingin terus di suapi oleh kami kapan kau akan mandiiri.” ujar ayah dengan perkataannya yang sedikit membentak.

    ... baca selengkapnya di : http://goo.gl/hDUzRb

    Tag : , , , ,

    Thursday, 14 May 2015

    Tak Seperti Dongeng ?Gadis Penjual Korek Api?


    “Ada korek api?”

    Gadis cilik itu terus berjalan sambil meminta sebuah korek api, namun tidak ada satu pun yang memberi. Tanpa alas kaki ia terus menelusuri jalan jalan ibu kota. Melihat tingginya gedung gedung cakrawala, mobil-mobil mewah yang tentunya pengemudinya punya cukup uang untuk membelikan gadis itu sebungkus korek api. Atau mereka punya banyak korek yang dihabiskannya dengan sebatang dua batang rokok. Mungkin pikir mereka, untuk apa memberi pada gadis itu? Detik ini dia minta korek api, menit kemudian selanjutnya dia minta roti, lalu meminta uang. Rasanya sayang memberikan seperak dua perak pada gadis lusuh dan dekil itu. Jangan memanjakan mereka!!! Seharusnya orang tua mereka yang bertanggung jawab mendidik mereka, bukan mengajarkannya berkeliaran di jalan. Banyak orang menyebutnya ‘pengemis’ atau ‘anak jalanan’.
    Gadis itu pun tak putus asa, ia berjalan menghampiri beberapa orang pejalan kaki di trotoar. Menengadahkan tangannya.

    “Permisi bu, boleh saya minta korek api?”

    Wanita itu mengerutkan dahinya dan menatap gadis kecil dari atas – sudah berapa lama gadis kecil ini tidak membersihkan dirinya. Sangat sulit untuk menyisir rambutnya yang bergelombang dan kaku. Ia lalu membayangkan sapu ijuk di rumahnya – Pandangan wanita itu pelan-pelan melihat ke bawah, pakaian yang dikenakannya kusam dan terdapat robekan di beberapa bagian, kulit gadis cilik itu tak semulus kulitnya.

    “Ada bu? Ada korek apinya?” Tanya gadis itu lagi.

    Gadis kecil menatap penuh harap. Wanita itu masih mengerutkan dahinya lalu menggelengkan kepala. Gadis kecil mengucapkan terima kasih lalu melanjutkan perjalanannya. Sesekali ia mendongak ke atas dan melihat awan berarak mengikutinya. Lalu ia tersenyum. Mungkin sama seperti dongeng gadis penjual korek api, ia sama sama tidak mendapatkan uang dan makanan. Gadis kecil terus berjalan ke sebuah terminal. Mungkin pikirnya disana lebih banyak orang hilir mudik, berharap di antara banyaknya manusia yang jauh lebih beruntung darinya, ada satu orang yang mau memberikannya korek api. Gadis kecil itu menghampiri salah satu bus – saat itu penumpangnya beranjak turun dengan tergesa-gesa.

    “Permisi pak, boleh saya minta korek api”

    Bapak itu pun mengangkat tangannya dan berlalu pergi.

    “Permisi bu…”

    Belum ia melanjutkan kata-katanya si ibu sudah mengusirnya. Tubuh gadis kecil goyah dan hampir jatuh, kalau saja tidak ada seorang pemuda berdiri dibelakangnya. Pemuda itu sedikit bergeser dan hampir kehilangan keseimbangannya. Bukan karena tubuh gadis itu berat tapi mungkin karena ia lengah.

    “Kamu tidak apa-apa?”

    Gadis itu menganggukan kepalanya.

    “Bener gak pa-pa?” tanyanya lagi meyakinkan.

    Gadis itu tersenyum dan pergi. Ia duduk di pinggir trotoar, melihat banyak pedagang asongan di sepanjang terminal. Ada yang mejajakan aneka makanan dan minuman. Ia tak menghiraukan pemuda tadi terus memperhatikannya. Sesekali ia memandang ke langit. Cuaca tak secerah tadi. Sinar matahari semakin redup. Sama seperti tenaganya yang semakin lemah. Gadis kecil terus berpikir, bagaimana ia bisa mendapatkan korek api.

    “Apa yang kamu pikirkan?”

    Pemuda itu duduk di samping gadis kecil beralaskan aspal. Gadis itu mulai memperhatikan pemuda itu. Mulai dari pakaiannya yang bersih dan rapi, sampai potongan rambutnya yang cepak.

    “Aku perhatikan dari tadi kamu meminta korek api, untuk apa? apa kamu merok*k?”

    Gadis kecil tetap diam.

    “Benar kamu merok*k?” Tanya Pemuda itu heran.

    Gadis kecil menggelengkan kepala.

    “Lalu?”

    Pemuda itu menatap gadis kecil. Menunggu jawaban yang dilontarkan gadis kecil itu. Tapi gadis kecil tetap diam dan menundukan kepala. Hanya memandang kerikil di depan matanya. Merasa seperti kerikil itu. Kecil dan tak berarti. Sejenak termenung lalu ia pun melanjutkan perjalanannya. Merasa tak ada gunanya duduk di samping pemuda yang tentu akan memandang sebelah mata pada dirinya. Jangankan membagi kisah, meminta sebuah korek api pun rasanya tak mungkin padanya. Tanpa sepatah kata, gadis kecil pergi meninggalkan Pemuda itu seorang diri. Tak sampai gadis kecil itu melangkah kakinya sepuluh langkah, Pemuda itu langsung mengikutinya dari belakang. Rasa penasaran menghantui dirinya. Gadis kecil mempercepat langkahnya, merasa jiwanya terancam. Ia ingat perkataan ibunya ketika masih hidup, “Nak, jika ada bahaya menghampirimu, larinya ke tempat ramai, lalu teriaklah minta tolong”. Gadis kecil semakin mempercepat langkahnya, sementara Pemuda itu terus mengikutinya. Gadis kecil akhirnya berlari, dan terus berlari di tengah keramaian. Nafasnya tersengal-sengal, ia ingin sekali berteriak minta tolong, namun suaranya seakan tak bisa keluar, dan larinya pun semakin lama semakin lambat.

    “BRUKK!!!” Gadis kecil pun terjatuh. Ia merintih kesakitan. Beberapa tetes air mata menetes ke pipinya. Pemuda itu segera menghampiri gadis kecil dan membantunya berdiri.

    “Kamu tidak apa-apa? Kenapa kamu lari-lari?” Pemuda itu setengah panik.

    “Tunggu disini sebentar!”

    Pemuda itu berlari meninggalkan gadis kecil setelah membawanya duduk di sebuah taman kecil di pinggiran jalan raya. Beberapa saat dia kembali sambil membawa plastik bertuliskan nama sebuah apotik.

    Gadis kecil itu berhenti menangis dan memperhatikan pemuda itu yang sedang mengobati lukanya. Ia mulai merasakan ketulusan pemuda itu.

    “Namaku Gadis” lirih Gadis kecil.

    Pemuda itu tersenyum padanya. Tak banyak berkata-kata, dan terus mengobati luka-luka di kaki gadis kecil.

    “Apa kamu punya korek api?”

    Pemuda itu memandangnya heran.

    “Punya apa gak?”

    “Boleh aku tau kenapa kamu selalu meminta korek api?”

    Gadis kecil itu tersenyum. Dan mulai bercerita. Pemuda itu mendengarnya dengan seksama. Sesekali ia menggelengkan kepala saat Gadis bercerita tentang dongeng sang ibu. Dongeng tentang Gadis penjual korek api, dimana tidak ada seorang pun yang mau membeli korek api yang ia jual. Sampai akhirnya gadis penjual korek api itu pun kelaparan dan kedinginan. Ia hanya bisa menyalakan korek api dan membayangkan tempat yang hangat dan makanan yang enak-enak.

    “Aku mau seperti gadis penjual korek api dalam dongeng ibu. Siapa tau aku bisa mendapatkan makanan dan bertemu ibu di surga” ucap Gadis kecil.

    “Kau bodoh! Itu kan hanya dongeng!” bentak Pemuda itu.

    “Tapi.. sewaktu ibu masih ada, ibu selalu meminta-minta makanan tapi tak seorang pun di kota ini yang memberinya. ”

    Tanpa banyak kata Pemuda itu langsung menghampiri toko makanan dan membelikan beberapa bungkus makanan dan minuman untuk gadis kecil. Sekejap ia langsung menghampiri gadis kecil itu lagi.

    “Brakkk!!!” plastik dalam genggaman Pemuda itu jatuh berserakan di jalan, melihat gadis kecil tersungkur lemas dan jatuh.

    “Hei.. bangun.. bangun… Gadis kecil bangunlah”

    Pemuda itu terus mengguncang-guncangkan tubuh gadis kecil lalu meraihnya dalam pangkuannya. Memeriksa denyut nadi di tangan gadis kecil itu namun ia tidak menemukan adanya detakan kehidupan. Pemuda itu pun memeluk gadis kecil untuk yang terakhir kalinya.

    “Aku terlambat. Maaf…” lirih Pemuda itu

    Roh gadis kecil itu melayang-layang di udara. Tersenyum pada Pemuda yang masih memeluk jenazahnya yang terkujur kaku.

    “Terima kasih pahlawanku, kakak orang pertama yang mau memberi aku makanan setelah sekian lamanya aku kelaparan. Sekarang aku tidak kelaparan lagi, dan aku akan bertemu ibu di surga”

    THE END  http://goo.gl/1gaZ4X

    Wiro Sableng #76 : Kutunggu Di Pintu Neraka
    WIRO SABLENG

    Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

    Karya: Bastian Tito


    SATU

    Dua sosok bayangan hitam berkelebat dalam gelapnya malam. Pada waku siang saja hutan belantara itu selalu diselimuti kegelapan dan dicengkam kesunyian.

    Apalagi di malam buta seperti itu. Hingga dua sosok yang bergerak tadi tidak ubahnya seperti dua hantu tengah gentayangan.

    "Kita sudah dekat....." bisik bayangan di sebelah kanan. Ternyata dia manusia juga adanya.

    "Betul, aku sudah dapat mencium baunya," menyahuti bayangan satunya.

    Keduanya terus lari ke arah Timur rimba belantara. Tak selang berapa lama mereka sampai di bagian hutan yang baynak ditumbuhi semak belukar setinggi dada.

    Di sini mereka hentikan lari. Tegak tak bergerak dan juga tidak bersuara. Hanya sepasang mata masing-masing memandang tak berkedip ke depan.

    Di atas serumpun semak belukar lebar terletak sebuah batu lebar berbentuk hampir pipih. Di atas batu ini duduk seorang lelaki berpakaian rombeng penuh tambalan seperti pengemis. Dia mengenakan sebuah caping bamboo. Bagian depan caping ini turun ke bawah hingga dari wajahnya hanya dagunya yang ditumbuhi bulubulu kasar saja yang kelihatan.

    Bau aneh seperti bau bunga kamboja busuk datang dari orang yang duduk bersila di atas batu ini. Entah berasal dari tubuhnya atau dari pakaiannya yang dekil kotor.

    Otak dua orang yang barusan datang cepat bekerja. Batu pipih itu beratnya paling tidak 30 sampai 40 kati. Tetapi mengapa semak belukar setinggi dada itu sanggup menahannya? Lalu ditambah pula dengan berat badan orang bercaping yang duduk bersila di atas batu. Semak belukar tetap berdiri tegak! Akal manusia mana yang bisa menerima kenyataan ini?!

    "Aku tak menyangka dia memiliki ilmu setinggi ini," bisik orang di sebelah kiri.

    "Dia sanggup membuat tubuh dan batu yang didudukinya seringan kapas," balas orang di sebelah kanan. "Tapi kalau cuma ilmu meringankan tubuhnya saja yang hebat, kenapa kita musti takut?"

    "Lalu bagaimana? Kita teruskan?" tanya orang yang pertama tadi.

    "Seharusnya kau tak usah bertanya begitu. Ucapanmu menandakan keraguan hati. Kau kecut, bahkan mungkin takut. Padahal, bukankah kita sudah bersumpah untuk menangkapnya hidup atau mati?" kata orang kedua pula dengan nada sengit.

    Lalu cepat dia menyambung. "Kau dari sebelah kiri. Aku dari kanan. Sekarang!"

    Dua orang itu bergerak. Satu ke kiri, satu ke kanan. Tiba-tiba secara serempak mereka menyergap ke arah orang yang duduk di atas batu. Dari gerakan-gerakan mereka yang mengeluarkan suara angin bersiuran jelas dua orang ini bukan hanya melancarkan serangan biasa, tetapi serangan-serangan dahsyat yang bisa meremuk dada dan merengkahkan kepala!

    Orang bercaping di atas batu kelihatan tidak bergerak sedikitpun. Seolah sama sekali tidak menyadari kalau dirinya tengah diancam bahaya maut. Sesaat lagi jotosan dari kanan akan menghantam caping di atas kepalanya dan jotosan dari kiri akan menghancurkan tulang dadanya, tiba-tiba dalam satu gerakan kilat yang hampir tidak terlihat oleh mata telanjang, orang bercaping di atas batu angkat kedua tangannya.

    ... baca selengkapnya di : http://goo.gl/Vstlwy
    Tag : , ,